Selasa, Oktober 09, 2007

Mengambil Pelajaran Dari Cerita Lucu di Bulan Ramadhan.


Ada sebuah kisah, seorang anak kecil yang ikut menjalankan ibadah puasa. Anak kecil ini mencoba berpuasa seperti layaknya orang dewasa, puasa sampai full alias sampai magrib. Saat memulai menjalankan puasa, anak kecil ini yang dirasakan menjalankan bulan puasa adalah berat, mengeluh dan memikirkan entar kalau buka puasa makan apa ya? Wajar kalau anak kecil bersikap ini.

Ditengah waktu puasa, anak ini mengelu kepada Mama nya ” Ma...kenapa puasa kok lama sekali sih,,,gak kuat ni ma..” kata anak kecil ini. Mamanya hanya diam dan tersenyum. Lagi-lagi anak ini bicara ”ma,,,,pengen minum ma? Gak kuat?”, tetap aja mamanya diam, tidak menjawabnya, sembari mama nya mempersiapkan dan membereskan rumah. Biasa... tugas seorang Ibu . Selang beberapa lama adik kecilnya datang membawa minuman, karena adiknya masih kecil dibawa umur. Adik ini menawarkan minuman didepan kaka nya sembari menyodorkan minuman dengan berkata ”ka,,,, mimi?” dengan wajah polos dan baik hati. Lalu kakanya mengambil minuman itu dan meminumnya, karena saking tidak kuatnya. Berucap adiknya ” hehe...kaka minum, kaka batal,,,,mama kaka minum, kaka batal....pok pok pok, suara tepukan tangan adik kecil itu dengan wajah senyum karena merasa ada teman gak berpuasa. (^_^).

Kemudian hari besok dia mencoba untuk tetap berpuasa dan mencoba untuk bisa full puasanya ampek magrib. Karena kaka ini malu kemarin batal puasanya. Hari ini si kaka ini ada peningkatan puasanya, tidak sampe setengah hari, tapi berbagai cobaan untuk bisa puasa selalu ada. Satu jam sebelum berbuka puasa, si kaka ini mengeluh lagi sama mamanya, dan berkata ”mama, aku gak kuat nih ma, lama banget ya ma, buka puasanya. Pengen minum ma?” dengan wajah meratap sedih. Seperti biasa si adik kecilnya datang membawa minun dan mama pergi ke dapur untuk mempersiapkan buka puasa. Adik kecil ini menyodorkan minuman didepan kaka nya dan berucap ”ka,,,, mimi?”. lalu kaka ini melihat-lihat bahwa mama nya sedang di dapur, cepat-cepat minuman yang disodorkan adiknya diambil lalu diminumnya dengan rasa kehausan. ”hehe,,,kaka batal puasanya, hehe.... pok pok pok” suara tepukan tangan si adik kecil itu, dengan senangnya, lalu adiknya memanggil mamanya, ”mama, kaka minum ma. Kaka batal puasanya ma,,,,” ucap adiknya dengan wajah gembira. Kemudian si kaka nya merasa benar-benar malu karena batal lagi.

Yup, kita bisa mengambil pelajaran dari cerita diatas, itu merupaka cerita lucu buat aku, tapi kalau anda merasa cerita ini tidak lucu ma tidak apa-apa. Tapi disini bisa diambil hikmah buat kita yang sudah baliq dalam segi usia. Belum tentu yang kita jalani shaum ini apakah mendapatkan nilai ibadah atau tidak? Atau hanya merasakan haus dan lapar aja. Kalau kita masih membawa, bahwa puasa menjadi halangan menjalankan aktifitas, berat, mengeluh dan masih memikirkan entar buka puasa makan apa ya? Seperti cerita anak diatas, maka sifat kita masih kanak-kanak. Walapun dalam segi usia lebih tua dari anak kecil, tapi tingkah lakunya seperti anak kecil aliasnya berpikirnya. Kadang ini sering dialami kebanyakan orang saat menjalankan puasa. Cobalah untuk selalu intropeksi diri bahwa puasa merupakan kewajiban dan jangan hanyak melaksanan puasa sekedar gugur kewajiban aja sudah, tapi apakah nilai ibadah puasa kita diterima atau tidak di hadapa-Nya? Kan jadi sia-sia kalau hanyak menjalankan puasa dengan capek tapi tidak bernilai, wah tidak menyenangkan itu, capek deh yang didapat, capek menahan makan dan minum. Maka itu isi aktifitas bulan puasa ramadhan ini dengan mentafakuri dan memahami ayat-ayat Al-Qur’an, agar menambah dan meningkatkan keimanan kita dan dengan sendirinya haus dan lapar akan hilang sendiri dan Insya Allah bisa mendapatkan nilai, nilai ibadah. Amin...


5 Comments:

Poskan Komentar

<< Home